Translate

Tampilkan postingan dengan label Info kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Maret 2013

Mengonsumsi Garam


Dalam hal mengonsumsi garam, tirulah orang Eskimo, Indian Inca atau warga Dayak. Mereka nyaris tidak makan garam, tapi tetap bisa hidup. Menu mereka cenderung hambar, namun tidak ada yang kurang dalam kelangsungan kerja mesin tubuhnya. Dan memang seperti itulah yang sesungguhnya tubuh kita butuhkan. Menu asin terbentuk lebih karena budaya orang urban manakala rasa enak garam dapur ditemukan. Budaya gemar garam begini yang tanpa disadari telah merongrong ginjal orang-orang di dunia untuk bekerja lebih keras membuang kelebihan natrium (sodium) dari garam yang ditelan setiap hari. Padahal, tubuh tidak memerlukan garam sebanyak kebiasaan budaya makan kita.
Garam dikenal identik dengan penyakit darah tinggi. Itu sebab, bukan cuma orang gedongan yang bisa kena darah tinggi, tapi juga jika masih banyak rakyat kecil yang menu hariannya ikan asin. Dalam garam dapur terkandung unsur natrium dan klor (NaCl). Unsur natrium penting untuk mengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh, selain bertugas dalam transmisi saraf dan kerja otot.
Kita boleh tidak makan garam, asal ada natrium dalam menu harian. Banyak menu harian yang menyimpan natrium dan itu sudah bisa mencukupi kebutuhan tubuh. Namun, oleh karena natrium yang secara alami terkandung dalam bahan makanan tidak berikatan dengan klor, maka tak memberi cita rasa asin pada lidah kita. Itu berarti, kendati menu yang kita konsumsi tanpa garam atau tak bercita rasa asin, tidak berarti tubuh tak memperoleh kecukupan natrium. Demikian pula kebanyakan menu harian orang Eskimo, Dayak, dan Indian yang tidak asin namun tubuh tidak kekurangan natrium.
Tubuh membutuhkan kurang dari tujuh gram garam dapur sehari atau setara dengan 3.000 mg natrium. Kebanyakan menu harian kita memberi berlipat-lipat kali lebih banyak dari itu. Selain meninggikan tekanan darah, kerja ginjal jadi jauh lebih berat untuk membuangnya. Jika sangat berlebihan bisa membuat pikiran kacau dan jatuh koma.
Satu sendok teh garam dapur berisi 2.000 mg natrium. Natrium yang terkandung dalam setiap menu modern rata-rata sekitar 500 mg. Pada takaran itu ginjal sudah perlu lembur untuk tetap mempertahankan keseimbangan cairan dan asam-basa agar mesin tubuh tak kacau dari penyakit akibat kelebihan natrium tidak sampai muncul.
Jenis makanan yang banyak mengandung natrium, antara lain, soda kue, bubuk soda sebagai pengawet, obat pencahar (laxative), menu yang dipanggang, keju, makanan kaleng dan laut (seafood), serta padi-padian (cereals). Bagi yang pantang garam, juga perlu menjauhi jenis sumber natrium tinggi ini. Jenis makanan yang rendah natrium, antara lain, buah dan sayur-sayur segar, daging dan unggas segar, jenis cereals dan gandum yang dimasak.
Bukan cuma darah tinggi, orang yang mengidap penyakit jantung dan tungkainya bengkak, perlu membatasi asupan natrium juga. Begitu juga jika mengidap penyakit ginjal, keracunan kehamilan (toxemia gravidarum), dan gangguan hati. Termasuk mereka yang sedang menjalani terapi dengan obat golongan corticosteroid (pasien asam kena penyakit autoimmune, kulit, ginjal nephritic syndrome).
Namun, jika pantang garam kelewat batas bisa berbahaya juga. Kekurangan natrium dan klor secara drastis bisa menjadi beban lain bagi ginjal, dengan gejala pembengkakan (oedema) juga. Kaki bengkak lantaran penyakit jantung, hati, atau ginjal, berbeda dengan bengkak karena kekurangan natrium.
Jadi, intinya kita harus seimbang dalam hal mengonsumsi natrium. Tidak boleh lebih dan juga tidak boleh kurang. Karena jika hal tersebut terjadi, maka si natrium tersebut akan menimbulkan penyakit untuk tubuh kita. ~Dini~

Sabtu, 29 Desember 2012

3 Tips Ringankan Derita Diabetes

Derita diabetes bisa diringankan dengan menjalani berbagai hal berikut ini :

1. PEMERIKSAAN KAKI
Penyandang diabetes kerap mengalami masalah luka tak kunjung sembuh pada kakinya. American Diabetes Association menganjurkan pasien diabetes untuk melakukan pemeriksaan tahunan oleh dokter. Pemeriksaan itu meliputi penggunaan tembakau, pemeriksaan mata, fungsi ginjal, saraf dan tekanan darah. Termasuk juga pemeriksaan tulang dan otot kaki, apakah mati rasa atau tidak.

2. OLAHRAGA UNTUK CEGAH GANGGUAN SARAF
Terkadang, diabetes berujung pada gangguan sistem saraf di salah satu kaki atau tangan. Gangguan ini disebut Peripheral Neuropathy (PN). Jika dibiarkan, PN akan semakin parah dan akhirnya penderita harus diamputasi.Penelitian di Amerika menemukan bahwa penderita diabetes yang rajin berolahraga, berisiko rendah terserang PN. Bagi mereka yang sudah terkena, rajin berolahraga dapat mencegah PN bertambah parah. Olahraga yang disarankan adalah jalan kaki.

3. DIET UNTUK WANITA HAMIL DENGAN DIABETES
Wanita hamil dengan diabetes dianjurkan untuk menjalankan pola makan khas diabetes dan penggunaan obat oral. Kebutuhan kalori wanita hamil tidak sama dengan wanita normal, sekalipun wanita itu menderita kencing manis. Jumlah kalori yang diperlukan = berat badan x (25 sampai 30) kalori + ekstra 200-300 kalori. Dengan syarat khusus, yaitu minimal 200 gr hidrat arang dan protein sebanyak 1,5-2 gr/kg per kilogram berat badan.

Kamis, 27 Desember 2012

Pencegahan Diabetes

Pencegahan terhadap diabetes terdiri dari tiga tahap sesuai dengan kondisi masing-masing orang. Tahap-tahapnya sebagai berikut.

PENCEGAHAN PRIMER
Pencegahan ini untuk mereka yang berisiko tinggi tapi belum terkena diabetes. Pencegahan dilakukan dengan cara menjalankan pola hidup sehat. Rajin dan rutin berolahraga, hidup teratur, konsumsi makanan rendah lemak dan kaya serat, jauhi rokok, alkohol dan makanan atau asupan tidak sehat lainnya.

PENCEGAHAN SEKUNDER
Pencegahan ini untuk mereka yang sudah terkena diabetes tetapi belum ada komplikasi. Artinya, jantung dan ginjal masih berfungsi baik dan belum ada gangguan saraf dan stroke. Pencegahan dilakukan dengan cara memonitor gula darah, minum obat sesuai anjuran dokter, melakukan pemeriksaan untuk mengontrol penyakit peserta diabetes (hipertensi, kolesterol dan jantung).

PENCEGAHAN TERSIER
Pencegahan ini untuk mereka yang sudah mengalami komplikasi kronis, pencegahan dilakukan agar tidak terjadi kecacatan. Misalnya bila sudah ada luka pada kaki, sebaiknya pasien diabetes segera berkonsultasi ke dokter untuk diupayakan penyembuhannya, supaya terhindar dari amputasi.

Hanya itu saja yang dapat saya share kali ini. Semoga bermanfaat :)

Sabtu, 22 Desember 2012

10 Kebiasaan Kecil Pemicu Diabetes

Di dalam hidup ini berlaku hukum "tabungan". Apa yang kita lakukan menjadi tabungan di masa mendatang. Apa yang kita tabung sedikit demi sedikit, akan terasa hasilnya bertahun-tahun kemudian. Begitupun dengan penyakit. Mulai dari segelas minuman favorit hingga suka menonton TV hingga larut malam. Siapa sangka kalau itu bisa meningkatkan risiko diabetes? Makanya hati-hati dengan perilaku sehari-hari. Hal kecil yang sering kita remehkan, ternyata bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes. Lalu apa saja kebiasaan kecil tersebut yang dapat meningkatkan risiko diabetes? Mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

1. KERANJINGAN TEH MANIS
    Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum lagi risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Misalkan, jika kita minum teh manis sehari empat kali. Maka dari teh manis saja kita sudah dapat 1000-1200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya obesitas dan diabetes. Hindari risiko tersebut dengan mengganti kebiasaan minum teh manis dengan air putih yang nol kalori. Atau, nikmati teh tanpa gula atau batasi jumlah konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.

2. GEMAR GORENGAN
    Gorengan adalah pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak. Jadi, sudah sepantasnya kita berhenti makan gorengan dan menggantinya dengan yang lebih sehat. Kacang jepang yang rasanya gurih bisa mengganti gorengan atau santap pai buah sebagai pengganti pisang goreng.

3. SUKA NGEMIL
    Beberapa diantara kita suka membatasi makan siang atau malam. Kita kira, itulah cara terbaik menghindari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Sebenarnya, kita harus waspada! Biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serat pangan yang memadai. semua makanan itu digolongkan ke dalam makanan dengan glikemiks indeks tinggi. sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. Lebih baik, pilih jenis makanan yang lebih sehat, seperti buah potong segar.

4. KURANG TIDUR
    Tidur yang cukup dan teratur setiap hari memang cara ampuh untuk menjaga kesehatan. Dengan tidur cukup, tubuh memulihkan diri dari rasa lelah. sebaiknya, jika kualitas tidur tak didapat, maka metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama tiga hari, mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Temukan  solusi manajemen waktu tidur yang seimbang sesibuk apa pun. Pastikan anda tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, lebih bagus bila bisa 8 jam sehari.

5. MALAS BERAKTIVITAS FISIK
    Mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Obesitas adalah salah satu biang keladi meningkatnya risiko penyakit jantung koroner dan diabetes, terutama diabetes melitus. 

6. SERING STRES
    Stres tidak boleh terus dipelihara tanpa dicari jalan keluarnya. Sebab, waktu datang stres, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol, supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Ya, tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Tapi, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, itu sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Mulai sekarang, jangan biarkan masalah mengendap terlalu lama. Ungkapkan dengan cara bicara pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat. Stres sama dengan air, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar.

7. KECANDUAN ROKOK
    Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22%. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat seperti pola makan dan olahraga. Menghentikan kecanduan memang tidak mudah, tapi bukan berarti mustahil. Alihkan perhatian begitu keinginan merokok tiba, misalnya dengan makan permen bebas gula. Jika ingin cara yang lebih progresif, hipnoterapi bisa dijadikan salah satu solusi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.

8. MENGGUNAKAN PIL KONTRASEPSI
    Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas jadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.

9. TAKUT KULIT JADI HITAM
    Banyak wanita takut terhadap sinar matahari karena cemas warna kulit jadi gelap. Padahal, menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Duapuluh menit paparan sinar matahari pagi, sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Bahkan vitamin D berfungsi membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.

10. BERSAHABAT DENGAN SODA
      Peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Ganti kebiasaan ini dengan menikmati jus buah dingin tanpa gula untuk mengembalikan kesegaran.

Itulah info yang dapat saya berikan hari ini. Semoga bermanfaat :)

Kamis, 20 Desember 2012

Mengenal Diabetes dan Gejalanya


“Diabetes itu apa sih pa?” itulah pertanyaan saya 10 tahun yang lalu sebelum ayah saya meninggal. Maklumlah saya bertanya seperti itu, karena ayah saya kan terkena penyakit diabetes semenjak dua tahun sebelum saya lahir. Makanya keinginan saya untuk mengetahui lebih detail tentang penyakit yang satu ini sangat besar sekali, karena saya berisiko diabetes. Saya takut jika harus mempunyai penyakit yang sama dengan ayah saya, eh kok jadi curhat sih :D. Next, kita langsung to the point aja ya :D

Diabetes adalah kumpulan gangguan yang diakibatkan meningkatnya gula darah di dalam tubuh. Peningkatan gula darah terjadi karena kurangnya hormone insulin atau fungsi insulin yang kurang baik. Diabetes tidak Cuma terdiri dari satu jenis saja, lho! Dalam dunia kedokteran, diabetes dibagi menjadi empat macam. Lalu apa saja yang empat macam tersebut? Mari kita simak bersama-sama di bawah ini!

·         DIABETES TIPE 1

Diabetes ini terjadi pada usia muda (di bawah 20 tahun) atau usia anak-anak. Penyebabnya adalah sistem kekebalan tubuh yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sehingga pancreas tidak dapat menghasilkan insulin dengan baik. Maka itu, penderita diabetes tipe 1 sangat bergantung pada injeksi insulin.

·         DIABETES TIPE 2

Penyebab diabetes ini adalah usia dan gaya hidup yang tidak sehat seperti kurang olahraga, suka makanan berkalori tinggi, stress, obesitas, dan genetic atau memiliki keluarga dengan riwayat diabetes, jantung, dan gangguan kolesterol.

·         DIABETES TIPE 3

Dulu, kebanyakan diabetes tipe 3 menyerang di usia 45 tahun ke atas. Tapi sekarang diabetes ini sudah menjangkau usia lebih muda, yaitu di usia 30-an. Diabetes tipe 3 bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Selain faktor usia, diabetes tipe 3 dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat yang menahun.

·         DIABETES PADA KEHAMILAN

Diabetes ini berhubungan dengan kadar gula darah yang cenderung meningkat di masa kehamilan. Oleh karena itu, risiko diabetes pada wanita hamil lebih besar dibanding padawanita yang tidak hamil.

Memahami suatu penyakit berarti harus memahami gejalanya juga. Pemahaman terhadap gejala diabetes dapat mencegah penyakit ini menjadi kronis. Keempat tipe diabetes di atas memiliki gejala sebagai berikut.

1.       GEJALA KHAS. Ditandai dengan poliuri (banyak buang air kecil), polifagi (banyak makan), dan polidipsi (sering haus), disertai penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya. Misalnya, sering lapar dan banyak makan, tapi berat badan tetap turun dan badan terasa lemas.

2.       GEJALA TIDAK KHAS. Ditandai dengan kesemutan di ujung jari kaki dan tangan dan pandangan mata agak kabur. Pada wanita, sering disertai keputihan. Keputihan menandai adanya infeksi Memang penyandang diabetes rentan terhadap paparan kuman. Kuman sendiri cenderung suka pada sesuatu yang manis. Pada laki-laki, komplikasinya bisa berupa gangguan ereksi. Gejala lainnya: timbul komplikasi dengan organ tubuh lain, seperti jantung. Komplikasi ini menimbulkan gejala berupa rasa nyeri di bagian dada.

Hanya itu saja info yang dapat saya berikan kali ini, semoga bermanfaat :)

Senin, 17 Desember 2012

Tips Menurunkan Kadar Kolesterol

1. Minimalkan konsumsi makanan berlemak
    Lemak jenuh ditemukan dalam susu penuh lemak, daging merah dan beberapa minyak seperti kelapa sawit dan kelapa. Sebagai gantinya pilihlah lemak yang sehat untuk jantung, seperti minyak zaitun.
2. Makan kacang
    Makanlah segenggam kacang sehari atau sekitar 2 ons, karena terbukti signifikan menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida.

3. Batasi makan makanan yang mengandung phytochemical
    Phytochemical atau yang disebut dengan pitosterol ditemukan dalam minyak jagung dan kedelai yang dapat memblokir penyerapan kolesterol. Meskipun makanan tersebut baik, tetapi jangan berlebihan mengkonsumsinya atau sekitar 1,3 gram sehari.

4. Daging Murni
    Pastikan saat mengonsumsi atau memasak daging merah, Anda menyingkirkan bagian lemaknya. Selain mengurangi asupan lemak yang menggemukkan tubuh, kolesterol jahat pun berkurang.

5. Karbohidrat Rendah
    Agar jantung tetap sehat, hindarilah makan karbohidrat tinggi. Saat karbohidrat tinggi ada dalam tubuh, glukosa pun naik dan meningkatkan risiko diabetes. Sebaiknya konsultasikan dulu kepada dokter mengenai diet karbohidrat ini.

6. Penuhi kebutuhan serat
    Makanan yang mengandung serat larut adalah gandum, buah plum dan kacang-kacangan atau mengonsumsi suplemen serat. Serat akan mengikat kolesterol dalam saluran usus dan mengeluarkannya dari tubuh Anda.
Cobalah untuk mendapatkan 25-30 gram serat setiap hari atau dengan makan 6-11 porsi buah dan sayuran setiap hari.
7. Buang Air Rutin
    Orang sering mengira tubuhnya mengalami gangguan padahal makanannya cukup dan bergizi. Ada hal yang terlupakan, yakni buang air. Saat tubuh dimasuki makanan, maka ia pun harus seimbang dalam pengeluaran. Dalam beberapa kasus, tidak lancar buang air besar akan mengganggu penyerapan gizi dan menimbulkan migrain.
8. Olahraga
    Sebuah studi tahun 2009 di North Carolina University terhadap lebih dari 8.000 menemukan bahwa orang yang berolahraga ringan selama 30 menit dalam beberapa hari seminggu dapat menurunkan tingkat trigliserida dan meningkatkan HDL (kolesterol).

9. Jaga berat badan Anda
    Berat badan ekstra di perut meningkatkan risiko penyakit jantung terutama jika Anda menderita hipertensi dan kadar gula darah tinggi. Kelebihan berat badan juga cenderung meningkatkan jumlah LDL (kolesterol jahat) dalam darah.

10. Atasi Stres      
     Stres yang tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol Anda. Pada tahun 2007, peneliti di Oregon State University menemukan bahwa peserta studi yang mampu mengatasi stresnya, memiliki tingkat HDL (kolesterol baik) yang lebih tinggi.

Jumat, 14 Desember 2012

5 Fakta Seputar Jantung

Jantung sering disebut sebagai pusat kehidupan. Maka, sudah sepatutnya kita selalu berusaha menjaga kesehatan organ penting dalam tubuh kita ini. Salah satu caranya, dengan memahami 5 fakta penting mengenai jantung berikut.
·         Saat tubuh kedinginan, jantung tetap hangat
Ketika berada di daerah dingin, tubuh kita otomatis akan mengalirkan darah dari kaki dan tangan menuju organ-organ vital termasuk jantung untuk menjaga suhunya supaya tetap normal. Itu sebabnya, kaki dan tangan kita kemudian terasa dingin. Ini mematahkan teori yang mengatakan bahwa orang-orang yang mempunyai jari tangan dan kaki dingin, berarti memiliki sirkulasi darah yang buruk serta jantungnya bermasalah.
·         Jarang bersosialisasi picu serangan jantung
Pasien serangan jantung yang jarang bersosialisasi memang lebih rentan mengalami depresi. Padahal, aliran hormone pemicu stress dapat membuat jantung bekerja lebih berat, hingga akhirnya berhenti berdetak. Arthur Agatston, MD., professor dari University of Miami Miller School of Medicine, menyarankan para penderita jantung agar lebih mendekatkan diri lagi dengan teman atau keluarganya. Dukungan dari orang-orang terkasih ternyata sangat berarti, dan bisa membantu mereka untuk lebih tenang dan kuat menjalani hidupnya.
·         Perasaan terkejut bisa bikin jantung mau “copot”
Tak hanya karena kaget, kejadian yang membuat syok juga turut andil. Ini berkaitan dengan keberadaan aorta, saluran pertama tempat darah mengalir ke lengan, leher, dan otak, yang terletak di bagian atas jantung. Saat terkejut, takut, atau gugup, kita merasa jantung berdenyut sangat kencang dan seolah hendak terlontar dari dada.
·         Bentuk jantung setiap orang berbeda-beda
Bentuk jantung orang berbadan tinggi dan kurus cenderung lebih panjang dan ramping. Sementara pada orang berbadan gemuk, bentuknya bisa beragam. Letak jantung pun bukan di sebelah kanan atau kiri dada kita, seperti yang dipahami banyak orang selama ini. Jantung kita sesungguhnya terletak di bagian tengah dada. Bila selama ini dokter selalu memeriksa dengan meletakkan stetoskopnya di bagian kiri dada kita, itu karena ventrikel jantung sebelah kiri lebih besar dan terasa denyutnya, ketimbang yang di sebelah kanan.

Kamis, 08 November 2012

Manfaat Jalan Kaki


Berjalan kaki dianjurkan sebagai salah satu kegiatan untuk membantu menurunkan berat badan. Semakin jauh jarak yang kita tempuh, kalori yang terbakar pun semakin banyak. Bila ingin lebih banyak lagi, cukup tingkatkan kecepatan langkah.

            Orang yang rajin berjalan kaki, punya daya pikir yang lebih baik dibanding mereka yang jarang beraktivitas fisik. Ini karena sirkulasi darah selalu lancar, sehingga aliran oksigen ke otak tak pernah terhambat.

            Menurut ahli saraf Kristine Yaffe, MD, wanita berusia lanjut yang sudah menjalankan rutinitas berjalan selama bertahun-tahun, tidak akan mudah pikun. Fakta ini didapat dari studi yang dilakukan para peneliti di University of California di San Fransisco, pada hampir 6000 wanita berusia lanjut.

            Manfaat berjalan kaki hampir sama dengan jenis olahraga lainnya. Para ahli mengatakan, resiko kita terkena diabetes, stroke, hipertensi, hingga osteoporosis akan menurun, jika rajin berjalan kaki setiap hari. Wanita yang berjalan 30 menit per hari atau hingga tiga jam per minggu resikonya untuk sakit jantung berkurang hingga 40%. Selain itu, rutinitas berjalan kaki membuat jantung dan paru-paru selalu sehat, sehingga kemampuan kardiovaskular kita baik. Olahraga ini termasuk kategori Weight-bearing, artinya berpengaruh dalam meningkatkan kepadatan tulang.

Kamis, 01 November 2012

Tips Mengurangi Resiko Penyakit Jantung


Apa yang terbayang ketika ada seseorang yang mengatakan kata “SAKIT JANTUNG”? Mungkin, kita langsung membayangkan yang seram-seram. Lalu bagaimana sih cara untuk mengurangi resiko penyakit jantung? Sekarang saya akan menuliskan beberapa tips untuk mengurangi resiko penyakit jantung yang pernah saya baca, sebagaimana sebagai berikut.

v  Minum teh hijau.

Teh hijau mengandung antioksidan yang berguna untuk menurunkan kadar kolestrol. Minumlah dua cangkir teh hijau setiap hari. Panas atau dingin sama nikmatnya.

v  Pelajari label makanan

Sebuah penelitian di Amerika menyebutkan bahwa orang yang rajin meneliti label makanan, dapat memangkas asupan kalori hingga sebanyak 50%. Hindari makanan yang tinggi gula, lemak dan kalori.

v  Makan ala Italia

Orang Italia, sangat suka menambahkan minyak zaitun murni ke dalam hidangannya. Tidak heran jika jantung mereka sehat. Minyak zaitun kaya akan MUFA (monounsaturated fatty acid atau asam lemak tak jenuh tunggal) yang dapat menaikkan kadar lemak baik dan menurunkan kadar lemak jahat.

v  Konsumsi gandum

Banyak studi menyimpulkan bahwa semakin banyak serat yang kita konsumsi, semakin kecil resiko terkena gangguan jantung. Gandum adalah sumber karbohidrat dan serat yang baik. Saat membelinya pilihlah yang berlabel “whole grain” atau “whole wheat”.

v  Makan ikan

Asam lemak tak jenuh ganda yang ada pada ikan, terutama ikan laut seperti salmon dan tuna, mampu meningkatkan vitalitas jantung. Menurut American Heart Association, makan dua porsi ikan setiap minggu dapat mengurangi resiko jantung hingga sebesar 52%.

v  Minum jus murni

Jus jeruk mengandung asam folid yang dapat menurunkan kadar homocysteine, yaitu sejenis asam amino yang dapat membahayakan jantung. Pilihan sehat lainnya adalah jus anggur karena mengandung banyak antioksidan polifenol.

v  Tambah porsi sayuran

Makanlah minimal lima porsi sayur setiap hari. Ragamkan jenisnya supaya manfaatnya semakin maksimal.

v  Ngemil kacang-kacangan

Konsumsi 100 gram kacang per minggu bisa menurunkan resiko sakit jantung hingga ⅓-nya. Kacang-kacangan mengandung serat dan asam lemak tak jenuh ganda.

v  Jalan kaki 20 menit sehari

Harvard University menyarankan kita untuk berolahraga selama minimal 2,5 jam per minggu. Bila dibagi rata, artinya kita perlu berjalan kaki sedikitnya 20 menit sehari.

v  Sarapan roti

Banyak dari kita punya kebiasaan menyantap roti di pagi hari. Terkadang pakai mentega atau susu. Supaya lebih sehat, cobalah untuk menyantap roti dengan minyak zaitun.

v  Makan kacang kedelai

Kacang kedelai mengandung fitoestrogen, senyawa mirip hormone estrogen yang mampu menurunkan resiko berbagai penyakit berat. Salah satunya adalah sakit jantung.

v  Gunakan bawang putih sebagai bumbu

Bentuknya kecil tapi manfaatnya besar. Satu siung atau sekitar 300 mg bawang putih mampu menyehatkan jantung dengan tiga cara, yaitu mencegah penggumpalan dan kerusakan pembuluh darah, serta menurunkan kolestrol.

v  Cukup tidur

Bagi yang terbiasa kurang tidur, usahakan menambah jam tidur satu jam setiap hari. Penambahan waktu satu jam itu dapat mengurangi resiko penyumbatan pembuluh darah sebesar 33%.

v  Perbanyak aktivitas

Orang yang aktif sepanjang hari akan lebih sehat ketimbang mereka yang hanya berolahraga selama 30 menit lalu duduk seharian di depan komputer.

v  Jauhi stress

Salah satu penyebab stress terbesar adalah jika kita tidak mengikuti kata hati.

v  Meditasi

Saat bermeditasi kita harus fokus dan melupakan segala beban pikiran. Walhasil, tekanan darah akan turun dan jantung akan berdetak lebih teratur. Setiap hari selama 5-10 menit, usahakan untuk menjauhkan diri dari keramaian. Lalu bermeditasilah.

v  Dekatkan diri kepada Tuhan

Bloomberg School of Public Health bersama dengan John Hopkins University pernah melakukan penelitian mengenai hubungan antara kegiatan keagamaan dengan kesehatan mental dan fisik. Disimpulkan oleh para ahli, orang yang rajin beribadah terbukti hidup lebih tenang dan jauh dari stress. Selain itu, tidur mereka juga lebih berkualitas.

v  Hindari perselisihan

Ikatan yag kuat antara kita dengan keluarga dan teman-teman dapat mengurangi kecemasan dan depresi. Dua faktor ini dapat mempertinggi resiko tekanan darah dan serangan jantung. Supaya hubungan baik tetap terjalin, hindarilah perselisihan dan luangkan waktu sesekali untuk mengobrol dan bercanda bersama.

v  Konsumsi minyak ikan

Dari sekian banyak penelitian terhadap suplemen, satu-satunya yang konsisten memberi efek positif bagi jantung hanyalah minyak ikan.

v  Makan dark chocolate

Sama seperti anggur, para ahli menemukan bahwa dark chocolate juga banyak mengandung flavonoid, sahabat bagi jantung.

v  Jauhi para perokok

Banyak penelitian mengungkapkan, perokok pasif punya resiko sakit jantung 80-90% lebih besar dengan perokok aktif. Paparan asap rokok meski hanya beberapa menit, akan menimbulkan efek merugikan yang sama besarnya dengan efek merokok selama bertahun-tahun.

v  Santaplah pisang

Untuk menurunkan tekanan darah tinggi, ternyata kita tidak cukup hanya mengurangi asupan sodium. Kita juga dianjurkan untuk meningkatkan konsumsi potassium. Potasium mampu membantu mengeluarkan sodium dari dalam darah. Beberapa makanan yang tinggi kandungan potassium adalah pisang, tomat, yogurt dan kentang panggang.

v  Kurangi gula

Orang yang mengonsumsi 74 gram fruktosa, beresiko mengalami penyumbatan pembuluh darah 87% lebih tinggi dibanding mereka yang jarang mengonsumsinya. Fruktosa adalah sejenis pemanis atau gula yang banyak digunakan dalam minuman bersoda. Para ahli percaya, fruktosa dapat menyebabkan pembengkakan pembuluh darah. Untuk mengurangi asupan froktosa, kita harus berhenti meminum minuman bersoda. Ganti dengan minuman lain yang lebih sehat seperti jus murni atau lebih baik lagi air putih.

v  Tertawalah

Tertawa tidak dapat menggantikan manfaat pola makan sehat dan olahraga rutin. Tetapi, tertawa terbahak-bahak bisa membuat kita lebih rileks, menurunkan tekanan darah, serta membantu jantung menjadi lebih sehat.