Translate

Sabtu, 08 Desember 2012

Sistem Gerak Manusia

Manusia dapat melakukan gerakan karena ada yang mendukung gerakan tersebut yaitu berupa tulang dan otot.

A. Sistem Rangka
     Fungsi rangka atau tulang antara lain :
  1. Menegakkan berdirinya tubuh.
  2. Memberi bentuk tubuh.
  3. Sebagai alat gerak pasif.
  4. Tempat melekatnya otot.
  5. Melindungi organ tubuh yang penting.
  6. Tempat pembuatan sel darah merah.
  7. Tempat penimbunan zat kapur.
Tulang pembentuk tubuh manusia :
1) Tulang pembentuk kepala
  • 1 tulang dahi
  • 2 tulang ubun-ubun
  • 2 tulang tapi
  • 2 tulang baji
  • 2 tulang pelipis
  • 1 tulang kepala belakang
  • 2 tulang rahang atas
  • 2 tulang rahang bawah
  • 2 tulang hidung
  • 2 tulang pipi
  • 2 tulang air mata
  • 2 tulang langit-langit
  • 1 tulang lidah
2) Tulang pembentuk badan
    a. Ruas tulang belakang
  • 7 ruas tulang leher
  • 12 ruas tulang punggung
  • 5 ruas tulang pinggang
  • 5 ruas tulang kelangka (menyatu)
  • 4 ruas tulang ekor (menyatu)
     b. Tulang dada
  • bagian hulu
  • bagian badan (tengah)
  • taju pedang
     c. Tulang rusuk
  • 7 pasang rusuk sejati
  • 3 pasang rusuk palsu
  • 2 pasang rusuk melayang
     d. Tulang gelang bahu
  • sepasang tulang selangka
  • sepasang tulang belikat
     e. Tulang panggul
  • sepasang tulang usus
  • sepasang tulang duduk
  • sepasang tulang kemaluan
3) Tulang pembentuk anggota gerak
a. Tulang anggota gerak atas
  • 2 tulang lengan atas
  • 2 tulang pengumpil
  • 2 tulang hasta
  • 16 tulang pergelangan
  • 10 tulang telapak tangan
  • 28 tulang ruas jari tangan






  b. Tulang anggota gerak bawah
  • 2 tulang paha
  • 2 tulang tempurung lutut
  • 2 tulang kering
  • 2 tulang betis
  • 14 tulang pergelangan kaki
  • 10 tulang telapak kaki
  • 28 tulang ruas jari kaki
Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi :
a. Tulang pipa
    Tulang pipa berbentuk panjang seperti pipa. Kedua ujung tulang membesar membentuk bonggol yang tersusun atas tulang spons yang disebut epifise. Bagian tengah disebut diafise. Contoh : tulang paha, tulang betis, tulang lengan atas, tulang pengumpil, tulang hasta.
b. Tulang pipih
    Tulang pipih berbentuk pipih dan lebar. Contoh tulang dada, tulang tempurung kepala, tulang rusuk, tulang belikat.
c. Tulang pendek
    tulang pendek berbentuk bulat pendek. Contoh ruas-ruas tulang belakang, tulang pergelangan kaki, tulang pergelangan tangan.

Berdasarkan zat penyusunnya tulang dibedakan menjadi :
1. Tulang rawan (kartilago)
    Tulang rawan tersusun dari jaringan tulang rawan yang banyak mengandung zat perekat (kolagen) dan sedikit zat kapur sehingga tulang rawan bersifat lentur. Tulang rawan dibedakan menjadi :
  • Tulang rawan hialin. Contoh : permukaan sendi, dinding trakea.
  • Tulang rawan elastis. Contoh : ujung hidung, daun telinga.
  • Tulang rawan fibrosa. Contoh : ruas-ruas tulang belakang.
2. Tulang keras (osteon)
    Tulang keras tersusun dari jaringan tulang keras berupa sel-sel tulang (osteosit) yang membentuk lingkaran. Lingkaran sel tulang bersama dengan pembuluh darah dan saraf membentuk saluran yang disebut saluran havers. Tulang keras banyak mengandung zat kapur dan sedikit mengandung zat perekat.

Hubungan antar tulang disebut persendian (artikulasi). Berdasarkan sifat geraknya,sendi dibedakan menjadi :
1. Sendi mati (Diartrosis)
    Sendi mati adalah hubungan antar tulang yang sudah tidak dapat digerakkan. Contoh : Persendian pada tulang tengkorak.
2. Sendi kaku (Amfiartrosis)
    Sendi kaku adalah hubungan antar tulang yang memungkinkan adanya sedikit gerakan (terbatas). Contoh : persendian pada pergelangan tangan dan pergelangan kaki, hubungan tulang rusuk dan tulag belakang, tulang dada.
3. Sendi gerak (Sinartrosis)
    sendi gerak adalah hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan lebih bebas. Berdasarkan arah geraknya diartrosis terdiri dari :

a. Sendi peluru
    Sendi peluru merupakan persendian yang dapat digerakkan ke segala arah. Contoh : persendian pada lengan atas dan gelang bahu, persendian tulang paha dengan gelang pinggul.
b. Sendi engsel
    Sendi engsel adalah persendian yang memungkinkan gerakan satu arah. Contoh : persendian pada lutut dan siku.
c. Sendi putar
    Sendi putar adalah persendian yang mengakibatkan salah satu tulang dapat berputar terhadap tulang yang lain. Contoh : persendian pada tulang atas dengan tulang pemutar dan tulang hasta dengan tulang pengumpil.
d. Sendi pelana
    Sendi pelana adalah persendian yang memungkinkan gerakan kedua arah. Contoh persendian pada tulang telapak tangan dengan ibu jari.
e. Sendi geser
    Sendi geser merupakan bentuk hubunga dua tulang yang memungkinkan terjadinya sedikit gerakan. Contoh : hubungan antara tulang-tulang pergelangan tangan dan tulang-tulang pergelangan kaki.

Kelainan dan penyakit pada tulang :
1. Infeksi kuman penyakit
  • Polio, disebabkan virus polio.
  • Sifilis menyebabkan penderita tidak bertenaga atau mengalami layuh semu.
  • Arthritis sika yaitu terjadinya peradangan atau iritasi pada persendian yang dapat menyebabkan sendi infeksi.
  • Arthritis eksudatif yaitu radang pada persendian yang menyebabkan sendi menjadi kering karena kekurangan cairan sinovial.
2. Akibat kecelakaan
  • Fraktura yaitu patah tulang
  • Fisura yaitu retak tulang
  • Terkilir
  • Memar yaitu robeknya selaput sendi
  • Urai sendi yaitu lepasnya ujung tulang sendi
3. Kekurangan vitamin D
  • Rakhitis
  • Osteoporosis
4. Kebiasaan sikap tubuh
  • Skoliosis yaitu kelainan tulang punggung yang bengkok ke kanan dan ke kiri.
  • Kifosis yaitu kelainan tulang punggung yang bentuknya bengkok ke belakang
  • Lordosis yaitu kelainan pada tulang punggung bentuknya bengkok ke depan.

B. Sistem otot
    Berdasarkan struktur dan kerja otot, otot dibedakan atas otot polos, otot lurik dan otot jantung.
  1. Otot polos terdapat pada bagian organ dalam (alat pencernaan makanan, pembuluh darah, alat pernapasan, alat ekskresi)
  2. Otot lurik terdapat pada otot rangka (kaki, lengan, leher)
  3. Otot jantung terdapat pada organ jatung
Perbedaan otot polos, otot lurik dan otot jantung :

Perbedaan
Otot polos
Otot lurik
Otot jantung
Bentuk
Gelondong, ujung meruncing
Panjang, silindris
Panjang, silindris, bercabang
Jumlah inti sel
Satu, terletak di tengah sel.
Banyak, terletak di tepi sel
Banyak, terletak di tengah serabut
Cara kerja
Tidak dipengaruhi kesadaran
Dipengaruhi kesadaran
Tidak dipengaruhi kesadaran
Gerak dan ketahanan
Lambat, teratur dan tidak cepat lelah
Cepat, tidak teratur dan cepat lelah
Teratur dan tidak cepat lelah

 Sifat kerja otot
1. Antagonis
    Otot antagonis merupakan otot yang berhubungan kerjanya bersifat berlawanan. Contoh :
o   Kerja otot bisep (lengan atas bagian depan) dan trisep (lengan atas bagian belakang)
o   Arah gerak abductor dan adductor (menjauhkan dan mendekatkan sumbu tubuh)
o   Depressor dan elevator (gerak ke bawah dan ke atas)
o   Supinator dan pronator (gerak menengadah dan menelungkup)
2. Sinergis
Ø  Otot sinergis merupakan dua otot yang dapat bekerja sama atau bekerja secara bersamaan.
Ø  Kerja otot-otot pronator yang terdapat pada lengan bawah yaitu pronator teres dan pronator kuadratus.
Kelainan dan penyakit pada otot
1. Gangguan akibat infeksi
v  Tetanus disebabkan racun bakteri clostridium tetani.
v  Atrofi otot yaitu keadaan dimana otot menjadi kecil. Atrofi umumnya disebabkan oleh penyakit poliomyelitis.
2. Gangguan akibat aktivitas
v  Kram atau kejang
v  kaku leher
3. Faktor genetis
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda dan pergunakanlah kata yang sopan. ^^
Terima kasih atas kunjungannya. ^^