Translate

Senin, 03 Desember 2012

Ciplukan



Tanaman ciplukan merupakan tumbuhan perdu yang tumbuh liar di sawah, tegalan, hingga di hutan-hutan. Buah ciplukan mempunyai nama yang sangat bermacam-macam, yaitu ciplukan (Jawa Tengah), cenenet atau cecenet (Jawa Barat) dan Nyor-nyoran (Bali). Di Afrika Selatan, buah ini disebut cape gooseberry. Orang Amerika menyebutnya Inca berry, Aztec berry, atau Peruvian groundcherry. Nama lainnya yaitu; ras bhari (India) dan aguaymanto (Peru).
Tinggi pohon ciplukan tak lebih dari satu meter. Batangnya pendek dan banyak cabangnya. Daun berseling dan berlekuk, bentuknya bundar memanjang dan berujung lancip. Ukuran panjangnya 3,5 – 10 cm dengan lebar 2,5 cm. Permukaan atas daun berwarna hijau dan permukaan bawah hijau muda dan berambut halus.
Bunganya tumbuh dari ketiak daun, warnanya kekuning-kuningan. Buahnya kecil, bentuknya bulat berdiameter 1 -2 cm. Buah muda berwarna hijau kekuningan, tetapi bila sudah tua berwarna coklat dengan rasa asam-asam manis. Buah ciplukan muda dilindungi cangkap (kerudung penutup buah). Di dalamnya banyak mengandung biji. Jadi bentuknya mirip seperti tomat tapi berukuran kecil.
Tanah asal buah ciplukan adalah hutan tropis Amerika Selatan. Buah ini sudah dibudidayakan di Inggris sejak abad ke-18, dan di Afrika sejak abad ke-19. Sekarang, tanaman ini sudah menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, ciplukan sering kali dianggap sebagai tanaman liar dan tidak ada gunanya. Ternyata, di beberapa Negara ciplukan cukup digemari. Seperti di Perancis, Amerika, Kanada, Korea Selatan dan Taiwan. Selain di makan sebagai buah segar, ciplukan juga bermanfaat untuk pengobatan alternatif. Khasiat tanaman ciplukan diantaranya untuk pengobatan diabetes, sakit paru-paru, menetralkan racun dan mengobati luka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda dan pergunakanlah kata yang sopan. ^^
Terima kasih atas kunjungannya. ^^