Translate

Kamis, 07 Maret 2013

Sistem Ekskresi Pada Manusia


Ekskresi adalah proses pengeluaran sisa metabolisme yang sudah tidak berguna lagi bagi tubuh. Sisa metabolisme yang dikeluarkan melalui ekskresi disebut ekskret. Ekskret dapat berupa air beserta zat yang terlarut di dalamnya, garam-garam mineral, dan pigmen empedu.

A. Alat-alat Ekskresi Pada Manusia

1. Ginjal (Ren)

Ekskret yang dihasilkan adalah urine. Di dalam tubuh manusia terdapat sepasang ginjal yang terletak di dekat tulang-tulang pinggang. Ginjal berbentuk menyerupai biji kacang buncis, berwarna merah coklat. Ginjal kiri biasanya berukuran lebih besar daripada ginjal kanan. Ginjal kanan lebih rendah letaknya daripada ginjal kiri karena terdesak oleh hepar (hati). Bagian-bagian ginjal terdiri dari :
1. Korteks (Kulit ginjal)
Bagian korteks mengandung jutaan alat penyaring yang disebut nefron. Satu nefron terdiri atas badan Malpighi dan tubula. Badan Malpighi tersusun atas kapsula bowman dan glomelurus. Kapsula bowman  berbentuk mangkuk dan mengelilingi glomelurus. Sedangkan glomelurus  berupa gulungan pembuluh darah. Pada simpai bowman terdapat saluran lanjutan, yaitu :
o   Tubulus kontortus proksimal
o   Tubulus kontortus distal
o   Tubulus kolektivus
2. Medula (Sumsum ginjal)
 Medula tersusun atas piramida ginjal yang mengandung saluran-saluran pengumpul urine.
3. Pelvis renalis (Rongga ginjal)
 Pelvis renalis adalah tempat penampung urine hasil penyaringan darah di badan Malpighi.
Bagian ginjal yang lain :
·         Pembuluh nadi ginjal
·         Pembuluh balik ginjal
·         Saluran ginjal (ureter).

Proses Pembentukkan Urine
Urine terbentuk melalui tahap berikut:
1.       Filtrasi (Penyaringan) : zat-zat sisa à vena ginjal à badan malphigi à glomerulus à terjadi penyaringan berulang-ulang. Urine yang dihasilkan adalah urine primer.
2.       Reabsorpsi (Penyerapan) : garam, glukosa dan asam amino di serap di tubulus kontortus proksimal.
3.       Augmentasi (Pengumpulan) : hydrogen, reatinin, urea, obat-obatan, vitamin, air, garam, cairan empedu, amorial dan asam urat yang dikumpulkan di tubulus kontortus distal akan disimpan di tubulus kolektivus.

Proses Keluarnya Urine :
Rongga ginjal --> ureter --> kantong kemih --> uretra

Kandungan Zat Pada Urine :
·         Urea, air, ammonia.
·         Zat warna empedu
·         Zat berlebihan dalam darah misalnya vitamin, sisa obat.
·         Garam-garam.

Banyaknya urine yang dikeluarkan dipengaruhi faktor berikut ini :
1.       Banyaknya air yang diminum
2.       Suhu udara
3.       Saraf
4.       Hormon
5.       Jumlah garam dalam tubuh
#Note :
Gula dan protein tidak boleh berada di dalam urine. Hal tersebut dikarenakan gula dan protein masih dibutuhkan oleh tubuh. Jika protein keluar bersama urine, maka glomerulus akan rusak. Dan jika gula keluar bersama urine, maka tubulus ginjal akan rusak.

2. Kulit (Integumen)

Ekskret yang dihasilkan adalah keringat.
Fungsi kulit yaitu :
1.       Alat peraba dan perasa
2.       Tempat penyimpan kelebihan lemak
3.       Pengatur suhu tubuh
4.       Pelindung
5.       Tempat pembuatan vitamin
6.       Menjaga daya tahan tubuh
7.       Memberi warna pada kulit, dll.
Kulit terdiri atas :
1.       Epidermis (Kulit ari)
Di dalam epidermis terdapat lapisan tanduk dan lapisan malphigi. Di dalam lapisan tanduk terdapat sel-sel kulit mati yang selalu terkupas dan tidak akan terasa sakit. Fungsi dari lapisan tanduk yaitu untuk melindungi sel-sel di dalamnya dan mencegah masuknya kuman-kuman penyakit. Sedangkan di dalam lapisan malphigi terdapat pigmen yang berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh, memberi warna pada kulit, dan melindungi kulit dari sengatan matahari.
2.       Dermis (Kulit jangat)
Lapisan dermis jika disentuh atau di cubit akan terasa sakit karena terdapat saraf.
3.       Hipodermis (Jaringan ikat bawah kulit)
Di dalam hipodermis banyak terdapat lemak-lemak. Fungsi dari lemak tersebut adalah sebagai cadangan makanan dan menjaga suhu tubuh.

Proses Keluarnya Keringat :
Suhu tubuh panas --> darah ke kulit --> kelenjar keringat --> keringat

3. Paru-paru (Pulmo)

Paru-paru fungsinya sebagai alat pengeluaran sisa oksidasi zat makanan melalui proses berupa CO2 dan uap air.

4. Hati (Hepar)

Hati manusia adalah kelenjar terbesar. Hati terletak di rongga perut kanan atas. Hati mengeluarkan cairan empedu yang berwarna kehijau-hijauan, rasanya pahit, PH-nya netral, mengandung kolesterol garam empedu, garam-garam mineral dan cairan yang memberi warna pada empedu (zat warna empedu) atau yang biasa disebut bilirubin. Zat warna empedu berasal dari hasil perombakan sel-sel darah merah yang sudah rusak. Zat warna yang berwarna hijau diubah oleh bakteri usus menjadi urobilin sehingga berwarna kuning kecoklatan dan keluar bersama-sama urine dan feses. Dihati, sisa protein dibentuk menjadi urea yang akan dibawa oleh garam menuju ke ginjal.
Fungsi hati :
ü  Menyimpan gula dalam bentuk glikogen.
ü  Tempat pembentukkan dan perombakan protein tertentu.
ü  Menetralkan racun dan makanan.
ü  Menghasilkan empedu
ü  Tempat pembentukkan dan perombakan sel darah merah.

B. Kelainan dan Penyakit Pada sistem Ekskresi
1.       Ginjal
Ø  Batu ginjal, yaitu pengendapan garam kalsium di dalam rongga ginjal atau kandung kemih karena terlalu banyak mengonsumsi garam mineral dan terlalu sedikit mengonsumsi air.
Ø  Hidronefrosis, yaitu membesarnya salah satu ginjal karena urine tidak dapat mengalir keluar dan tersumbat oleh batu ginjal.
Ø  Nefritis, yaitu kerusakan bagian glomerulus ginjal akibat alergi racun kuman.
Ø  Glukosaria, yaitu penyakit yang ditandai adanya glukosa dalam urine (diabetes mellitus).
Ø  Albuminuria, yaitu penyakit yang ditunjukkan oleh adanya molekul albumin dan protein dalam urine.
Ø  Hematuria, yaitu penyakit yang ditandai adanya sel darah merah dalam urine.
Ø  Pyelonephritis, yaitu infeksi dan peradangan jaringan ginjal dan renal pelvis yang disebabkan oleh bakteri.
Ø  Glomerulonephritis, yaitu penyakit ginjal lain yang sering terjadi, ditandai dengan peradangan sebagian glomeruli ginjal.
Ø  Gagal ginjal (Renal Failure), yaitu hilangnya sebagian atau keseluruhan fungsi ginjal.
2.       Kulit
Ø  Skabies (Seven-year itch), yaitu penyakit yang disebabkan oleh parasit insekta yang sangat kecil (Sarvoptes Scabies) dan dapat menular pada orang lain.
Ø  Eksim, yaitu penyakit kulit yang akut atau kronis.
Ø  Jerawat, yaitu gangguan umum yang bersifat kronis pada kelenjar minyak.
Ø  Biang keringat, yaitu penyakit kulit yang terjadi karena kelenjar keringat tersumbat oleh sel-sel kulit mati yang tidak dapat terbuang secara sempurna.
Ø  Biduran, yaitu penyakit kulit yang disebabkan oleh udara dingin, alergi makanan dan alergi bahan kimia.
Ø  Ringworm, yaitu sejenis jamur yang menginfeksi kulit.
Ø  Kanker kulit, yaitu penyakit kulit yang menerima sinar matahari berlebihan.
3.       Hati
Ø  Hepatitis, yaitu radang hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A atau hepatitis B.
Ø  Penyakit kuning, yaitu penyakit yang disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu yang mengakibatkan cairan empedu tidak dapat dialirkan ke dalam usus dua belas jari, sehingga masuk ke dalam darah dan warna darah menjadi kuning.
Ø  Sirosis hati, yaitu penyakit hati kronik yang dianggap dalam dunia kedokteran penyakit irreversible, ditandai dengan kerusakan pada jaringan hati.
4.       Paru-paru
Ø  Asma, yaitu penyempitan saluran pernapasan utama pada paru-paru.
Ø  TBC, yaitu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis.
Ø  Pneumonia, yaitu penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur yang menginfeksi paru-paru khususnya di alveolus.
Ø  Kanker paru-paru, yaitu pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda dan pergunakanlah kata yang sopan. ^^
Terima kasih atas kunjungannya. ^^